+62 811-258-168 noto.djogja@gmail.com

Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal dengan wisatanya dan penduduknya yang ramah. Salah satu destinasi andalan adalah Keraton Jogja. Banyak orang berkunjung ke Keraton Jogja karena ingin tahu keunikan dan apa saja isi yang ada didalamnya. Baik untuk keperluan edukasi maupun sekedar rekreasi.

Bentuk konstruksi bangunan di Kota Istimewa Yogyakarta memang terkenal dan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari Jogja bagi para pelancong, bukan hanya lokal bahkan internasional. Khususnya konstruksi bangunan yang ada pada bangunan bersejarah keraton Jogja.

Keraton Jogja dibuka untuk umum tanpa ada pembatasan sama sekali. Baik untuk kepentingan edukasi bagi mereka yang akademisi atau program kunjungan anak sekolahan. Latar dari bangunan bersejarah ini juga digemari banyak orang lantaran gaya klasik khas Jawanya yang bagus untuk dokumentasi foto.

Selain keunikan dari segi konstruksi bangunannya yang masih mempertahankan culture klasik, Keraton Jogja juga memiliki hal menarik lain, yaitu adanya pagelaran seni yang diadakan setiap hari dengan iring-iringan musik gamelan, pertunjukan wayang golek menak, wayang kulit dan wayang orang.

Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal dengan wisatanya dan penduduknya yang ramah. Salah satu destinasi andalan adalah Keraton Jogja. Banyak orang berkunjung ke Keraton Jogja karena ingin tahu keunikan dan apa saja isi yang ada didalamnya. Baik untuk keperluan edukasi maupun sekedar rekreasi.
Nampak atas kawasan keraton Jogja, sumber: mimbarsumbar.id

Konstruksi Bangunan Keraton Jogja

Kawasan Keraton Jogja adalah bangunan berbentuk cagar budaya dengan berbagai komposisi yang memiliki rangkaian ruang, nama, fungsi dan vegetasi khusus. Rangkaian ruang yang didesain terbuka di dalam Keraton disebut pelataran. Setiap pelataran memiliki keunikan masing-masing.

Letak Keraton Jogja tidak begitu jauh dari kota, sehingga untuk mengaksesnya Anda tidak perlu khawatir bisa menghabiskan banyak waktu. Lokasi yang demikian memberikan kemudahan bagi siapa saja yang hendak mengunjunginya. Misalnya, jika Anda menggunakan kereta api, ambil pemberhentian Stasiun Tugu, dari stasiun ke keraton Anda bisa jalan kaki.

Untuk Anda mungkin yang berencana berkunjung ke Keraton Jogja dalam waktu dekat atau dalam waktu yang masih lama, ada baiknya jika Anda kenali dulu bangunan-bangunan yang ada di Keraton Jogja baik dari segi konstruksinya, desain interiornya ataupun filosofi dari bangunan yang ada.

Konstruksi Pelataran

Setiap bagian bangunan yang ada pada pelataran masing-masing terdiri dari 2 jenis tipologi baik berdasarkan penyangga atap maupun strukturnya. Tipologi pertama sering disebut dengan nama bangsal dan tipologi kedua kebanyakan orang menyebutnya dengan nama gedhong.

Bangsal adalah bagian bangunan yang mempunyai deretan tiang sebagai penyangga atap pada struktur, sedangkan gedhong adalah bagian bangunan yang memiliki struktur penyangga atap berupa bidang dinding dengan dua spesifikasi material pilihan. Material konstruksi bahan kayu atau batu bata.

Setiap bagian bangunan yang ada pada pelataran masing-masing terdiri dari 2 jenis tipologi baik berdasarkan penyangga atap maupun strukturnya. Tipologi pertama sering disebut dengan nama bangsal dan tipologi kedua kebanyakan orang menyebutnya dengan nama gedhong.
Ilustrasi salah satu pelataran di kawasan keraton, sumber: destinasiwisatadomestik.blogspot.com

Pagelaran dan Sitihinggil Lor

Sitihinggil Lor dan Pagelaran adalah pelataran pertama yang bisa Anda temui tepat di sebelah selatan Alun Alun Utara. Pagelaran adalah bagian yang berada di area paling depan yang pada masanya difungsikan sebagai tempat untuk menghadap sultan khusus bagi para Abdi Dalem pada saat upacara kerajaan.

Pada saat prosesi upacara kerajaan berlangsung Sitihinggil digunakan oleh sultan untuk memimpin upacara. Dalam bahasa jawa siti itu bermakna tanah dan hinggil artinya adalah tinggi. Jadi Sitihinggil adalah area yang sengaja didesain tinggi karena memiliki nilai filosofis fungsional bagi para sultan saat miyos dan siniwaka.

Kedua istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi dan keadaan dari sultan. Miyos merupakan sebutan ketika kondisi para Sultan beserta para pengiringnya meninggalkan kediamannya dan siniwaka digunakan ketika sultan lenggah dampar atau duduk di singgasana.

Pada area pagelaran ini ada beberapa bangunan yang bisa Anda temukan seperti bangsal pagelaran, bangsal pangrawit, bangsal pangapit, pemandengan dan pacikeran. Untuk kawasan Sitihinggil Lor Anda bisa menemukan bangunan seperti bangsal sitihinggil, manguntur tangkil, witana, kori, bale bang, bale angun angun dan pacaosan.

Kamandungan Lor

Pelataran kedua yang bisa Anda temui adalah Kamandungan Lor. Sebagai pelataran kedua kamandungan lor terdiri dari beberapa bagian bangunan. Seperti bangsal pancaniti, bale anti wahana dan bangsal pacaosan yang keberadaan masiang-masing menjadi kesatuan bagian pembentukan kamandungan lor.

Kamandungan lor yang juga biasa disebut sebagai pelataran keben ini mempunyai beberapa pohon besar yang bernama pohon keben. Mungkin penamaan pelataran keben diambil dari nama pohon ini. Awalnya tempat ini difungsikan sebagai tempat untuk mengadili segala urusan oleh sultan dan sekarang menjadi tempat selebrasi tradisi.

Pelataran kedua yang bisa Anda temui adalah Kamandungan Lor. Sebagai pelataran kedua kamandungan lor terdiri dari beberapa bagian bangunan. Seperti bangsal pancaniti, bale anti wahana dan bangsal pacaosan yang keberadaan masiang-masing menjadi kesatuan bagian pembentukan kamandungan lor.
Komplek keraton Jogja, sumber: destinasiwisatadomestik.blogspot.com

Konstruksi bangunan kamandungan lor jika Anda lihat memang khas banget dengan ciri khas jogja. Desain dan ukiran yang ada pada bangunannya juga memiliki nuansa tersendiri yang membuat ketenangan. Jika Anda ingin meniru desain dan ukiran kayunya Anda bisa menghubungi toko mebel Jogja untuk konsultasi atau membeli bahan kursi kerja berkualitas.

Srimanganti

Diurutan ketiga ada pelataran srimanganti. Pada pelataran srimanganti ini Anda bisa menemukan bangunan utama yang berada di sisi barat yaitu bangsal srimanganti yang difungsikan sebagai tempat pagelaran seni dan budaya Keraton dan digunakan juga oleh sultan untuk menjamu tamu yang berkunjung ke Keraton Jogja.

Disisi timur srimanganti kita akan menemukan bangunan yang bernama bangsal trajumas yang pada saat sekarang ini difungsikan sebagai tempat pemyimpanan benda-benda pusakan milik keraton Jogja. Pelataran in terdiri dari bangunan bangsal pacaosan, kantor keamanan keraton, kantor tepas dwarapura dan tepas halpitapura.

Kedhaton

Sebagai pelataran utama, kedhaton mempunyai segmentasi tertinggi dari segi tingkatan dibandingkan dengan pelataran lainnya. Kedhaton juga menjadi area pusat dari kawasan keraton Jogja. Pada kawasan ini terdapat dua bangunan pendukung seperti bangsal kencana dan gedhong prabayeksa.

Bangsal kencana dan gedhong prabayeksa merupakan bangunan yang disakralkan secara turun temurun. Bangsal kencana adalah bagian bangunan yang digunakan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan kerajaan atau yang berkaitan dengan keraton. Gedhong prabayeksa digunakan untuk menyimpan pusaka keraton Jogja.

Bangunan lain yang bisa Anda temukan di sini adalah bangsal manis, bangsal mandhalasana, kotak, gedhong jene, trajutrisna, purwaretna, sedahan, patehan, gangsa, sarangbaya, kantor parentah hageng, danartapura, kantor widyabudaya, kasatriyan, museum batik, museum keramik dan kristal serta lukisan, kaputren, masjid penepen dan keraton kilen.

Sebagai pelataran utama, kedhaton mempunyai segmentasi tertinggi dari segi tingkatan dibandingkan dengan pelataran lainnya. Kedhaton juga menjadi area pusat dari kawasan keraton Jogja. Pada kawasan ini terdapat dua bangunan pendukung seperti bangsal kencana dan gedhong prabayeksa.
Makam ratu sekar, sumber: viva.co.id

Kemagangan

Pada pelataran kemagangan bangunan yang bisa Anda jumpai, seperti bangsal kemagangan, pancaos dan panti paredan. Dulunya tempat ini difungsikan sebagai lokasi berlatih para Abdi Dalem. Sekarang bangsal kemagangan digunakan untuk pementasan seni seperti wayang kulit maupun aktifitas budaya lainnya.

Pada bagian barat dan timurnya terdapat panti paredan yang berfungsi sebagai tempat pembuatan gunungan untuk ritual upacara garebeg. Bangsal pacaosan difungsikan sebagai tempat caos (penjagaan) Abdi Dalem untuk mengamankan kawasan keraton dari kemungkinan yang tidak diinginkan.

Kamandungan Kidul

Bangsal kamandungan dan bangsal pacaosan adalah dua banguan yang ada pada pelataran kamandungan kidul. Bangsal kamandungan adalah salah satu dari bangsal yang tertua di area kawasan keraton. Bangsal ini didatangkan langsung oleh sultan hamengku buwono dari desa karangnongko sragen.

Awalnya bangsal ini tempat tinggal sultan pada zaman perang melawan VOC. Pada pelataran kamandungan kidul ini juga terdapat bangunan penghubung dengan bangunan sitihinggil kidul yang disebut regol yang sering disebut dengan regol kamandungan kidul karena berlokasi di dekat pelataran.

Sitihinggil Kidul

Tempat ini pada awalnya difungsikan sebagai tempat sultan menyaksikan latihan para prajurit sebelum upacara garebeg. Pada tahun 1956 di lokasi tempat ini dibangun sebuah bangunan gedhong sasana hinggil dwi abad sebagai monumen untuk memperingati 200 tahun berdirinya keraton Jogja.

Nah, itulah ulasan mengenai berkunjung ke keraton Jogja. Kami juga memiliki tulisan rekomendasi untuk Anda baca, seperti fakta dan misteri gerja ghotic sayidan atau ingin menambah wawasan tempat wisata, tulisan berjudul spot wisata malam terbaik di Jogja berikut ini. Semoga beberapa tulisan tersebut bermanfaat bagi Anda. See you!