+62 811-258-168 noto.djogja@gmail.com

Siapa yang tak familiar dengan Jembatan Sayidan? Jembatan ikonis Jogja yang menyimpan banyak kenangan bagi para pelancong dari berbagai daerah hingga mancanegara. Sebetulnya Sayidan merupakan sebuah kampung di salah satu pusat kota Yogyakarta. Tepatnya di sekitar 1,5 KM dari kilometer 0 Yogyakarta. Namun kali ini kita tidak hendak mengulas secara spesifik jembatan Sayidan. Tapi kita akan mengulas salah satu bangunan yang “katanya” misterius di sekitaran Sayidan. Ya, masyarakat Yogyakarta menyebutnya dengan nama Gereja Ghotic Sayidan.

Bangunan Gereja Ghotic Sayidan terbilang bangunan tua yang sudah sejak lama menghiasi kota yogyakarta yang kental akan nilai sejarah dan budaya. Bangunan Gereja Ghotic Sayidan ini tidak jarang menjadi perbincangan baik warga lokal maupun para wisatawan. Tentu saja ada dari apa yang dibicarakan soal bangunan tua yang satu ini memang fakta dan ada juga yang sekedar pemanis atau dugaan.

Jadi untuk Anda pecinta jalan-jalan, peminat sejarah sekaligus penikmat misteri, sembari berjalan-jalan dan berbelanja di area Malioboro, bangunan tua yang kata kebanyakan orang misterius ini patut untuk Anda kunjungi.

Fakta dan Misteri Gereja Ghotic Sayidan

Meski dikenal dengan Bangunan tua yang misterius. Gereja Ghotic Sayidan tetap mempunyai fakta. Baik fakta sejarah maupun fakta aktual hari ini. Untuk itu berikut sejumlah informasi menarik yang perlu Anda ketahui sebelum mengunjungi bangunan tua misterius di Jogja yang satu ini.

Gereja Gothic Sayidan ini berlokasi tidak jauh dari Kilometer 0 Yogyakarta.. Sumber : Instagram
Gereja Gothic Sayidan ini berlokasi tidak jauh dari Kilometer 0 Yogyakarta.. Sumber : Instagram

Geografis

Secara geografis, Bangunan yang disebut dengan nama Gereja Gothic Sayidan ini berlokasi tidak jauh dari Kilometer 0 Yogyakarta. Tepatnya di Kampung Sayidan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta yang pastinya sangaat berdekatan dengan jembatan Sayidan itu sendiri. jadi jika Anda sedang berjalan-jalan di sekitaran Kilometer 0 maka Anda bisa menyempatkan juga untuk singgah sejenak di Gereja Gothic sayidan.

Terdapat dua pintu masuk jika Anda memutuskan berkunjung ke Bangunan tua ini. Satu pintu terletak di gang kecil di utara bangunan tersebut. Sedangkan satu pintu lainnya bersebelahan dengan polsek gondomanan, dimana terdapat nama dengan ukiran “Ullen Sentalu” yang merupakan sebuah akronim “Ulating Blencong Sejatine Tataning Lumaku” yang memiliki makna “pelita hidup bagi perjalanan manusia”.

Bukan Bekas Gereja

Meski secara sepintas melihat bangunan ini kita akan langsung terbersit bahwa bangunnaan ini merupakan bangunan bekas sebuah gereja. Namun siapa sangka, dugaan tersebut tidaklah benar. Yang benar adalah bahwa bangunan tersebut tidak lain merupakan bangunan bekas hunian yang sempat lama ditinggalkan. bangunan ini didirikan pada tahun 1979 dengan bentuk rumah konvensional pada waktu itu, kemudian dipugar oleh entah jasa kontraktor Jogja atau lainnya sebagaimana bentuknya saat ini pada tahun 1989.

Secara kepemilikan, bangunan ini dimiliki oleh Esther Widyo Wanandyo, istri dari seorang R. Petrus Haryono, seorang pengrajin batik yang memiliki relasi dengan keraton Yogyakarta.

Bekas Hunian Bangsawan Tionghoa

Bangunan ini merupakan bekas tempat tinggal dari salah seorang warga Tionghoa yang menjadi bangsawan. Yang selanjutnya dimiliki oleh keturunaannya sebagaimaana telah disinggung sebelumnya. Yaitu Esther Widyo W istri dari R. Petrus Haryoyo yang seorang pengrajin batik. Keduanya memiliki anak-anak yang selanjutnya juga memiliki nama besar di Yogyakarta. Salah satu di antaranya adalah KRT Daud Wiryo Hadinagoro, seorang pemilik merk batik yang telah berhasil merambah pasar Milan hingga Singapura.

Irisan Sejarah dengan Nelson Mandela

Ada yang kenal dengan seorang Nelson Mandala? Tentu saja kenal. Siapa yang tak kenal dengan seorang revolusioner antiapartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999 ini. Siapa sangka bahwa beliau termasuk seorang tokoh yang kabarnya sempat mengenakan batik yang diproduksi di bangunan ini semasa masih aktif sebagai tempat produksi konveksi batik.

Nelson Mandela dan baju batiknyaa. Sumber : lifestyle.kompas.com
Nelson Mandela dan baju batiknya. Sumber : lifestyle.kompas.com

Pasalnya, setelah R. Petrus Haryono wafat, Esther lah yang merawat bangunan ini serta melanjutkan bisnis konveksi batik yang sudah lumyan lama berjalan hingga berhasil melakukan ekspor produk di luar negeri. lalu sepeninggal Esther, anak bungsunya yang bernama KRT Haryonagoro kemudian memutuskan untuk melanjutkan pengelolaan tempat ini.

Cagar Budaya Yogyakarta

Saat ini bangunan Gothic Sayidan menjadi salah satu cagar budaya dengan nilai seni tinggi. Bangunan ini di samping memiliki niai sejarah, juga memiliki bentuk arsitektur yang unik sehingga tak heran jika pada tahun 2000 bangunan tua ini didapuk sebagai salah satu cagar budaya kota Yogyakarta. Bahkan, sebagai salah satu bukti bahwa bangunan ini memiliki daya pikat tersendiri adalah ketika bangunan ini dijadikan oleh salah satu musisi tanah air, yaitu Ari Lasso sebagai lokasi shooing video klip.

Gereja Gothic Sayidan Angker?

Sangat wajar jika bangunan tua dengan gaya arsitektur abad XII—XVI di Eropa yang juga mendasari pemberian nama Rumah Gothic itu dianggap sebagai bangunan yang angker dan menyimpan banyak misteri. Terlepas motif dari image angker yang didesas-desuskan, masyarakat kita memang tergolong masyarakat yang masih erat dengan hal-hal demikian. Jadi soal sisi angker, misterius sampai dengan berhantu tentu saja kembali kepada sudut pandang masing-masing para wisatawan.

Instagramable

Gereja Gothic Sayidan, cocok untuk jadi latar keren mengabadikan momen. Sumber : Instagram
Gereja Gothic Sayidan, cocok untuk jadi latar keren mengabadikan momen. Sumber : Instagram

Nah ini dia sisi lain dari banguanan yang kerap kali dianggap angker dan misterius ini. Ya, apagi kalaau bukan sisi istagramable nya. Oleh karea itu, di samping memang sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Jogja, bangunan ini juga memiliki pesona tersendiri dengan jenis bahan bangunan yang eksotis untuk menjadi latar bidikan para pelancong ataupun wisatawan.

Jogja sebagai salah satu kota wisata memang tak pernah kehabisan alternatif sebagai obyek wisata para wisatawan hingga mancanegara. Dikenal juga sebagai kota pelajar dan kota rindu, Jogja memang selalu jadi tempat yang cocok untuk meningalkan kenangan dan mengukir kesan. Salah satunya adalah dengan mengunjungi sejenak bangunan tua yang dikenal dengan nama Gereja Ghotic Sayidan yang satu ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Simak juga artikel menarik lainnya seputar Jogja dan wisata di situs yang sama. Sekian dan terima kasih.