Kabupaten Gunung Kidul menyimpan banyak situs-situs wisata. Di Kecamatan Pathuk, terdapat situs wisata alam gunung api purba Nglanggeran. Asal nama Nglanggeran sendiri adalah nglanggar yaitu melanggar. Konon, warga sekitar yang berprofesi sebagai petani mengadakan acara wayang setiap panen raya tiba. Akan tetapi suatu ketika, sebagian warga ceroboh dan merusak wayang yang akan dipakai. Dalang murka dan membuang sekelompok warga tadi ke bukit di Ngalanggeran.

Nglanggeran saat ini, dikelola oleh dinas wisata setempat menjadi salah satu obyek wisata yang cukup dikenal. Berikut ini akan diulas mengenai obyek wisata gunung api purba Nglanggeran.

Menuju Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung api purba Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul. Saat ini belum ada transportasi umum yang mengakses ke daerah gunung api ini. Untuk menuju ke sini hanya bisa menggunakan kendaraan pribadai atau menyewa kendaraan wisata. Jalur menuju objek wisata ini dari Wonosari adalah melalui Bunderan Sambipitu – Dusun Bobung – Desa Nglanggeran. Sedangkan dari Yogyakarta ke gunung api purba nglanggeran adalah melalui Bukit Bintang – Radio GCD FM – Desa Ngoro-oro – Desa Nglanggeran.

Senja di Nglanggeran, sumber ig rahmat_pa

Senja di Nglanggeran, sumber ig @rahmat_pa

Menikmati Wisata Alam Nglanggeran

Gunung api Nglanggeran memiliki bukit atau puncak yang dari atasnya bisa memandang landscape Kota Yogyakarta. Bagi yang memilik hobi berpetualang, pendakian menuju puncak gunung api ini cukup menantang. Treknya merupakan tanah dan jalurnya melewati bebatuan dan lorong-lorong sempit. Jarak tempuh dari kaki bukit hingga ke puncak kurang lebih memakan waktu sampai dua jam. Saat ini sudah terdapat papan petunjuk dan tali yang membantu pendakian yang disediakan oleh pihak pengelola wisata setempat. Pemandangan matahari terbit dan terbenam merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu dari atas puncak bukit. Selain itu, puncaknya berada sedikit diatas awan sehingga udaranya segar.

Selain puncaknya, Nglanggeran memiliki obyek lain yang bisa dinikmati. Terdapat embung atau danau buatan yang tidak kalah menarik pemandangannya. Embung ini diresmikan sejak tahun 2013 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 13 Februari. Embung ini merupakan tampungan penyimpanan air hujan yang berfungsi untuk mengairi kebun-kebun yang ada di sekitar Nglanggeran. Fungsinya penting mengingat letak Nglanggeran yang hampir 700 meter di atas permukaan laut sehingga relatif sulit untuk mencari air melalui sumur galian. Selain fungsi tadi, embung Nglanggeran merupakan obyek wisata. Embung di desain bentuknya sedemikian rupa sehingga memiliki tempat bagi para wisatawan untuk berkunjung menikmati pemandangan sekitar Gunung Api Purba ini.

Embung Ngalanggeran, sumber ig folk.jogja

Embung Ngalanggeran, sumber ig @folk.jogja

Tiket masuk menuju objek wisata ini antara lain :
• Rp 15.000 (Gunung Api Purba ketika siang)
• Rp 20.000 (Gunung Api Purba ketika malam)
• Rp 10.000 (Embung Nglanggeran ketika siang)
• Rp 15.000 (Embung Nglanggeran ketika malam)

Demikian ulasan tentang gunung api purba Nglanggeran. Di sini masih terdapat obyek wisata lainnya seperti kampung pitu dan air terjun kedung kandang untuk dinikmati keindahannya selama berwisata di sini. Semoga ulasan ini bermanfaat dan selamat berwisata!