Pantai Trisik terletak di arah tenggara Kulon Progo tepatnya di Banaran, Galur (kira-kira 20 Km dari Wates dan 30 km dari Yogyakarta). Pantai Trisik merupakan pantai yang landai berupa hamparan pasir hitam. Kawasan Pantai Trisik dibatasi oleh muara Sungai Progo di sebelah timur, sungai yang menjadi batas alam Kabupaten Kulon Progo dengan Kabupaten Bantul.

Rute menuju Pantai Trisik

Perjalanan ke Pantai Trisik akan terasa menyenangkan dan tak begitu melelahkan meski jaraknya cukup jauh. Jalan menuju pantai Trisik ini sangat halus dan minim tanjakan, terdapat pula warung makan di kanan kiri jalan yang bisa menjadi tempat beristirahat bila lelah. Melewati jalur Palbapang dan Srandakan, anda juga akan dapat menikmati pemandangan Sungai Progo ketika melewati jembatan penghubung Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.

Pengunjung yang ingin menikmati keindahan objek wisata pantai Trisik, jika dari kota Yogyakarta, bisa langsung menuju kota bantul dilanjutkan perjalanan menuju kecamatan Srandakan, setelah melewati jembatan Kali Progo dilanjutkan sampai pertigaan Brosot, lalu ambil kiri maka akan ada rambu-rambu ke objek wisata pantai Trisik, objek wisata pantai Trisik Masih satu jalur dengan pantai glagah, pantai bugel dan juga pantai congot.

Ingin sewa mobil wisata Jogja? Kunjungi kami di sini!

Konservasi Penyu (Frri.co.id)

Konservasi Penyu (Frri.co.id)

Wisata Menarik di Pantai Trisik

Pantai Trisik memiliki kekhasan dibanding pantai-pantai lainnya yang ada di kawasan Kabupaten Kulon Progo, yaitu suasana pedesaan pesisir yang masih begitu terasa. Pantai, rumah-rumah warga, gubug-gubug yang menjajakan aneka makanan dan jalan penghubung desa dengan kota terletak yang saling berdekatan. Beragam aktivitas warga sekitar pantai yang memanfaatkan wilayah pesisir dan laut sebagai sumber penghidupan juga turut meperkuat suasana pedesaan pesisir itu.

Tak hanya menawarkan keindahan panorama pantai, aktivitas nelayan juga bisa dijual sebagai daya tarik wisata alternatif. Selain itu, masakan laut khas Pantai Trisik juga bisa dijadikan pemikat wisatawan. Ada juga konservasi penyu disini. Tempat ini bisa dijadikan sarana belajar bagi siswa yang berkunjung. Meskipun penting, upaya pelestarian penyu ini masih belum dianggap serius. Bisa jadi ketidakseriusan itu disebabkan minimnya pengetahuan tentang cara mengelola tata ruang di sekitar pantai.

Tidak jauh dari Pantai Trisik terdapat Muara Sungai Progo yang terletak di sebelah timur kawasan Pantai Trisik. Kawasan muara ini sering menjadi tempat untuk pengamatan burung dan lokasi penangkaran habitat penyu yang dikelola swadaya oleh masyarakat. Meski pasir pantai tidak seputih seperti di Lombok atau Labuan Bajo, namun tempat wisata ini masih menarik lho untuk dikunjungi.

Selain itu Pantai Trisik juga memiliki sarana yang memadai seperti warung makan dan toilet yang bersih dan tempat pelelangan ikan. Semakin menarik ketika hamparan sawah dan barisan pohon kelapa seperti menyapa Anda. Sesekali Anda bisa juga melihat petani membajak sawah secara tradisional dengan menggunakan kerbau. Burung Kuntul putih pun ikut meramaikan suasana sawah yang hijau itu.

Demikian ulasan mengenai keindahan Pantai Trisik. Untuk informasi menarik lainnya mengenai wisata Yogyakarta bekas pemandian putri raja Taman Sari? Silahkan klik informasi lebih lanjutnya di sini. Selamat berwisata!