+62 811-258-168 noto.djogja@gmail.com

Yogtakarta adalah sebuah kota disalah satu provinsi di Jawa Tengah yang memiliki banyak destianasi wisata alam yang menarik bagi para wisatawan baik lokal maupun luar negeri.

Yogyakarta sendiri dulu sempat menjadi ibukota Indonesa yang menyimpan berbagai memori dan kenangan yang terseimpan dibeberapa museum dan bahkan di sepanjang jalannya.

Selain wisata alam dan wisata sejarah di Yogyakarta, kini kita juga dapat mengunjungi wisata religi yaitu Wisata Masjid Gedhe Kuman yang beralamat di Alun-alun Keraton. Jl. Kauman, Ngapusan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132.

Masjid ini dari dulu hingga sekaran masih menjadi incaran para wisatawa, karena masjid ini banyak menyimpan sejarah dan kenangan didalamnya. Salah satu keunikan masjid tersebut adalah memilikli berbagai fitur.

Gambar masjid gedhe kauman tempo dulu sumber suaramuhammasiyah.id

Serta kelengkapan yang telah berumur puluhan tahun, sehingga bangunan ini dapat memikata hati para pengunjung baik menikmati keindahan interiornya sambil beribadah didalam masjid tersebut.

Bagi anda yang ingin berencana mengunjungi destinasi wisata di Yogyakarta, jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi Masjid Gedhe Kauman untuk mengetahui lebih dalam mengenai Masjid Gedhe Kauman.

Maka mari simak dibawah ini. Mengenai sejarah singkat Wisata Masjid Gedhe Kauman Ngayogyakarta yang dapat anda kungungi!

Masjid Gedhe Kauman Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau biasa disebut dengan Masjid Gedhe Kauman ini merupakan masjid raya yang terletak disebuah barat kompleks alun-alun utara Keraton Yogyakarta.

Gambar masjid gedhe kauman sumber raskirta.com

Masjid Gedhe Kauman ini adalah masjid tertua yang dibangun oleh Kerajaan Islam Ngayogyokarto Hadiningrat atau Kasultanan Jogjakarta.Dimana masjid ini dibangun setelah Sri Sultan Hamengku Bawana 1 selesai membangun keraton baru.

Yang mana keraton tersebut dijadikan sebagai pusat pemerintahan baru hasil dari perundingan Giyanti pada 13 Februari tahun 1755. Perundingan giyanti tersebut merupakan penyelesaian akhir dari konflik internal.

Oleh Kerajaan Kerajaan Mataram akibat inventrasi Belanda dana mengakibatkan pecah menjadi dua. Yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sejarah Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman tersebut dibangun pada tanggal 29 Mei 1977. Pada hari Ahad Wage, 6 Robiul’akhir tahun Alip. Sehingga pada awalnya dibangun sebagai sarana ibadah bagi keluaarga raja serta rakyatnya untuk kelengkapan sebagai kerajaan Islam.

Yang mana masjid tersebut di dirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I Senopati ing Ngalogo Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ing Ngayogokarto. Dimana pemrakarsa yaitu Sultan dan Kyai Penghulu Faqih Ibrahim Diponingrat.

Gambar serambi masjid gedhe kauman sumber asmarainjogja.id

Sedangkan arsiteknya masjid tersebut adalah Kyai Wiryokusumo. Diman pada tahun 1775 jamaah banyak yang beribadah dimasjid ini sehingga masjid ini penuh dengna jamaah. Maka didirikan lagi sebuah Serambi Masjid Gedhe.

Serambi tersebut dibangun pada hari Kamis Kliwon, 20 Syawwal tahun Jimawal. Serambi ini selain digunakan untuk beribadah sholat juga digunakan sebagai pertemuan Alim Ulama, Pengajian Dakwah Islamiyah dan Mahkamah Pengadilan.

Seperti dalam masalah keagamaan misalnya pernikahan, perceraian dan pembagian waris. Selain itu juga digunakan sebagi peringatan hari-hari besar Agama Islam. Selain serambi, masjid tersebut memiliki atap dengan tiga susunan.

Dengan gaya teradisional Jawa yang bernama Tajuk Lambang Teplak dan mengalami pembaharuan berupa serambi yang diberinama Al Makhamah Al Kabiroh yang menampun banyak jamaah.

Sementara kompleks Masjid Gedhe Kauman ini dikelilingi oleh dinding yang tinggi. Dimana pintu utama dalam kompleks ini terdapat disisi timur dengan konstruksi semar tinadu yang mana arsitektur bangunan pintu utama ini didirikan induk yang bertopang tajug persegi tertutup dengan atap bertopang tiga.

Yang bertopang tajug persegi yang tertutup pintu utama disisi timur sampai disisi utara. Untuk para pengunjung yang masuka kedalam terdpat puntu utam disisi timur dan utara. Dan disisi dalam barat terdapat mimbar podium minimis.

Gambar bagian dalam masjid gedhe kauman sumber id.wikipedia.org

Namun Masjid Gedhe Kauman Ngayogyakarta teresebut tidak menggunakan mimbar podium minimali tetepi menggunakan mimbar bertingkat tiga yang terbuat dari kayu jati. Dan di sebelah mimbar terdapat juga tempat imam untuk memimpin ibadah sholat.

Sementera dibagian samping mimbar terdapat juga disebuah sangkar yang bermakna maksura. Sehingga pada zaman dahulu sangkar tersebut dijadikan sebagai keamanan oleh sultan untuk melaksanakan ibadah.

Selain dibangun atap, serambi dan mimbar masjid ini juga mamiliki sebuah lantai yang mana lantai utama dibuat bertambah tinggi. Dari serambi masjid dan lantai serambi sendiri bertambah tinggi dibandingkan dengan halaman  masjid.

Dan disebelah utara, timur dan selatan serambi terdapat kolam kecil. Kolam kecil ini dahulu digunakan untuk mencuci kaki orang yang ingin masuk masjid tidah hannya untuk ibadah sholat saja.

Kini Masjid Gedhe Kauman Ngayogyakarta juga di gunakan untuk ceramah dan dakwah untuk menyiarkan agama Islam. Setelah mengetahui sejarah singkat Masjid Gedhe Kauman dibawah ini akan saya berikan makna srsitektur yang ada di masjid itu tersebut.

Gapura

Gambar gapura masjid gedhe kauman sumber godhongkluwih.wordpress.com

Gapura ini merupakan sebuah gerbang atau pintu masuk pertama yang digunakan keluara masuk setiap orang. Maka arsitektur dulu membangun gapura ini dimaknai sebagai gerbang yang diperuntukkan masjid. Gapura tersebut memiliki bentuk Joglo Semar Tinandu.

Sehingga gapura ini di sebut sebagai gapura yang berasal dari bahasa Arab “Ghafura” yang artinya berarti ampunan dosa. Maka dari itu bagai siapa saja yang melewati gapura dimasjid tersebut dengan niat bertobat maka oleh tuhan akan di ampuni dosanya.

Ukiran Buah Waluh Pada Cepuri

Ukiran buah waluh sebenarnnya merupakan seni patung jaligrafi yang bertuliskan tulisan Allah. Sementara Cepuri artinya pagar yang memacam benteng kecil yang terletak diantara benteng dan gapura.

Simbol dari ukuran buah waluh tersebut bermaksud untuk mengajarkan kepada masyarakat untuk menyambut kalimat Wallah, namun karena oran jawa dulu sulit mengucapkan kata Wallah maka berubah menjadi kata Waluh.

Pohon-pohon Sawo Di Halaman Masjid

Sebelum masuk ke masjid kita akan di suguhkan dengan pohon-pohon sawo. Pohon sawo tersebut ditanam pada halam masjid. Dan pohon sawo ini merupakan bagian dari arsitektur masjid .

Gambar podon-pohon sawo di depan masjid gedhe kauman sumber kumparan.com

Kata dari sawo ini mengingatkan para masyarakat jaman dulu hingga sekarang agar saat beribadah sholat meluruskan niat. Jadi kata sawo tersebut diambil dari kata ” Sawwuu Shufuufakum” yang artinya luruskan shaf-shaf kalian.

Tidak hanya didalam saja dijalan-jalan keluar masjid juga terdapat pohon Sawo Kecik. Sawo Kecik ini juga memiliki makna yang sangat bagus yaitu “sarwo becik” yang artinya adalah serba pebuh dengan kebaikan.

Ukiran Wajik Di Puntu Masjid

Sebelum memasuki ruang untuk beribadah sholat kita dapat menikmti ukuran wajik di pintu masjid ini diambil dari sebuah ayat dari Al-quran . Arti dari ukiran wajik di pintu masjid adalah.

Wajii-a yaumaidzin bijahannam, yaumaidzin yatadzakkatul insaanu wa anna la lahudz dzikraa” Yang artinya Dan pada hari itu manusia didatangkan jahanam. Pada hari itu manusia menjadi ingatlah manusia akan segala perbuatannya, tapi apalah guna ingat disaat terlambat itu. “QS. Al-Fajr [89]:23).

Atap Tiga Susun

Untuk bagian atas atau atap Masjid Gedhe Kauman itu menggunakan Mustaka yang berbentuk Gadha, Daun Kluwih dan Daun Nanas. Sehingga atap masjid terlihat berbentuk tajuk yang memiliki atap bersusun tiga dengan puncak atap berbentuk piramida brujung.

Gambar atap masjid gedhe kauman tiga susun sumber yogya.inews.id

Maka dari itu atap tiga susun ini mempunyai makna yaitu kesemppurnaan hidup melalui 3 tingkatan seperti kehidupan yaitu Hakikat, Syariat dan M”rifat dan juga bermakan Iman, Islam dan Ihsan.

Selain memiliki tiga susun masjid ini memiliki Mustaka yang berbentuk Gadha. Gadha tersebut dibuat berdiri tegak pada mustaka Masjid Gedhe Kauman yang merupakan simbol dari kemahaesaan atau Tauhid yang merupakan landasan utama dalam ajaran Islam.

Dan sekaligus mengajarkan bahwa ketika senjata jatuh atau usaha kita sudah tidak ada harapan lagi maka kita membutuhkan hasil yang sudah saatnya kita harus Kembali kepada tuhan yaitu Allah.

Untuk daun kluwih tersebut merupakan sumbol dari kata ” linuwih ” yang artinya mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Sementara pada puncak dibawah Gadha terdapat hiasan berupa daun ” nanas “yang diambil dari ayat Quran dari surat An-Nas yang artinya manusia.

Makna tesebut sebagai simbol bahwa orang yang linuwih adalah orang yang paling dekat dengan Allah (hablumminallah) dan juga bisa menjaga hubungan antara manusua dengan manusia lainnya (hablumminannas).

Demikian mengenai wisata religi dan bersejarah di Masjid Gedhe Kauman Ngayogyakarta yang dapat saya sampaikan semoga dapat memberikan inforamasi yang bermanfaat untuk. Dan jangan lula untuk membaca artikel kami yang lainnya mengenai kontruksi bangunan keraton jogja. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!