X
    Categories: TRAVELWISATA

Rekreasi di Jogja bikin Hidup Bahagia merupakan tempat untuk Anda yang ingin berlibur bersama keluarga. Disini saya akan membagikan artikel ini untuk rencana liburan Anda. Salah satu yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Jogja ialah Candi Sewu. Candi ini terletak di Dusun Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar beberapa kilometer dari Yogyakarta menuju Solo. Sewu adalah kompleks candi yang terletak di dekat Prambanan, kira-kira beberapa meter saja ke arah selatan patung Rara Jongrang.

Memilih Candi Sewu dalam sebagai tujuan liburan Anda mungkin merupakan pilihan yang sangat tepat. Karena Candi ini termasuk Rekreasi di Jogja bikin Hidup Bahagia yang terbaik. Terletak di utara kuil Hindu yang terkenal, Prambanan. Sewu adalah komplek candi Budha abad lalu. Skala besar situs ini menunjukkan bahwa ia berfungsi sebagai kuil Budha kerajaan dan sekarang ini berdiri sebagai salah satu tempat keagamaan terbesar dan paling penting di Jawa.

Candi Sewu adalah patung Budha yang hanya berjarak beberapa meter dari utara kompleks Prambanan, namun sangat sedikit orang yang mengunjungi tempat tersebut ketika mereka datang ke Jogja.

Dalam konsep keseluruhan, rancangan Candi Sewu secara longgar menyerupai Prambanan, di dalamnya sebuah tempat perlindungan utama yang besar dikelilingi oleh sejumlah besar kapel yang lebih kecil. Namun, Sewu jauh lebih kecil dari Prambanan dan suaka pusat hanyalah satu struktur, diatapi lima stupa. Meski lebih kecil dari Prambanan.

Candi Sewu dapat ditemukan di pura Prambanan, dengan tanda-tanda yang jelas menunjuk jalan setapak di sepanjang jalan yang teduh oleh pepohonan. Ada sejumlah kuil untuk dilihat dalam perjalanan menuju situs ini, walaupun tidak ada yang terpelihara dengan baik seperti Sewu, yang telah dipulihkan selama bertahun-tahun dengan perhatian tinggi terhadap detail. Apabila ingin berkunjung ke tempat ini, Anda dapat menggunakan jasa Rental Mobil di Jogja. sehingga membuat perjalanan Anda lebih mudah dan nyaman.

Kuil itu sendiri memiliki ruang utama di tengahnya yang dikelilingi oleh tempat ruangan kecil. Keempat ruangan ini dihubungkan oleh pintu dan pojok galeri yang dihiasi deretan stupa. Strukturnya memiliki total sembilan atap, masing-masing menyempit menjadi stupa di atasnya.

Candi ini mungkin dibangun pada abad lalu oleh Rakai Panangkaran dan Rakai Pikatan, raja-raja Kerajaan Mataram. Kerajaan ini berada di bawah pengaruh keluarga Syailendra, yang beragama Budha. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Candi Sewu merupakan pusat kegiatan keagamaan umat Budha. Asumsi ini didasarkan pada isi prasasti batu andesit yang ditemukan di salah satu kuil tambahan. Patung yang dikenal dengan nama Manjusrigita, ditulis dalam bahasa Melayu Kuno di Jawa.

Prasasti tersebut menggambarkan ritual pemurnian prasada yang disebut Wajrasana Manjusrigrha. Manjusri juga disebutkan dalam prasasti batu Kelurak, ditemukan di dekat candi Lumbung.

Seribu Pura terletak di sebelah Prambanan, menjadikannya kawasan wisata Candi Prambanan. Kawasan ini juga memiliki Pura Lumbung dan Candi Bubrah. Tak jauh dari daerah tersebut, ada beberapa pura lainnya, yaitu Candi Gana ke arah timur, Pura Kulon ke arah barat dan Lor ke arah utara. Sewu merupakan Candi Budha terbesar ketiga setelah Borobudur dan Prambanan. Patung tersebut menunjukkan bahwa selama beberapa periode komunitas Hindu dan Budha telah menjalani kehidupan yang harmonis.

Candi Sewu memiliki empat gerbang di timur, utara, barat dan selatan yang mengarah ke pelataran luar. Candi tersebut masing-masing dijaga oleh beberapa patung Dwarapala yang saling berhadapan. Dari pelataran luar sampai dalam, ada juga empat gerbang. Candi itu juga masing-masing dijaga oleh beberapa patung Dwarapala yang serupa dengan yang ada di gerbang luar.

Masing-masing patung Dwarapala terbuat dari satu blok batu, diletakkan di atas dasar persegi setinggi setengah meter dengan satu kaki di lututnya. Dengan kaki yang satunya tertekuk serta satu tangan memegang tongkat. Patung tersebut setinggi dua meter setengah.

Candi utama diletakkan di area cukup luas, diliputi oleh dinding batu setinggi beberapa meter. Candi ini berbentuk poligon. Strukturnya setinggi tiga puluh meter dengan beberapa atap, masing-masing memiliki stupa di atasnya. Sangat unik bukan untuk pencarian tempat terbaik rekreasi di Jogja?

Tubuh candi dibangun di atas pondasi setinggi dua meter setengah. Basisnya dihiasi relief bunga dengan vas bunga. Untuk menuju ke platform kuil, yang membentuk jalan setapak, seseorang dapat menggunakan tangga setinggi beberapa meter dengan pagar batu. Ujung setiap pagar memegang makara, kepala naga dengan mulut terbuka, dengan patung Budha di dalamnya. Bagian luar pagar dihiasi dengan Kalpawreksa, sosok patung raksasa.

Tidak ada Kalamakara di atas kusen pintu, tapi dinding di sisi kiri dan kanan pintu memiliki patung kepala naga dengan mulut terbuka. Berbeda dengan yang ada di ujung pagar, yang memiliki patung Budha di dalamnya, mulut naga ini memiliki singa di dalamnya.

Pintu masuk utama Candi Induk, yang terbuat dari balok andesit, terletak di sebelahnya dan dapat dikatakan bahwa struktur ini menghadap ke timur. Selain pintu masuk utama, ada tiga pintu lain menghadap ke arah utara, barat dan selatan. Seluruh pintu memiliki teras kecil. Ruang di dalam tubuh candi berbentuk kubus, dengan dinding yang terbuat dari batu bata merah. Ruang berisi ‘asana’. Dinding luar kuil ini dan dasar atapnya memiliki bentuk yang sangat unik.

Kuil ‘perwara’ (tambahan) dan ‘apit’ (mengapit) berada di pelataran luar. Tempat suci mengapit diletakkan di antara kuil utama dan tambahan. Masing-masing sepasang tempat suci mengapit saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah jalan setapak yang menuju ke kuil utama.

Bagaimana Keadaan dalam Candi Sewu yang Termasuk Tempat Rekreasi di Jogja bikin Hidup Bahagia ?

Tempat suci yang mengapit dibangun di atas pondasi setinggi beberapa meter dan memiliki tangga setinggi satu meter menuju dasar bait suci. Kusen pintu tidak memiliki patung Kalamakara, tapi sejumlah relief dengan motif unik. Atapnya memiliki stupa dengan ukuran kecil di sekitar dasarnya. Dinding-dinding tempat suci yang mengapit itu dihiasi sosok laki-laki berpakaian kekaisaran dalam posisi berdiri.

Ada tambahan bangunan yang di susunan dengan beberapa baris mengelilingi kuil utama dan tempat suci yang mengapit. Barisan terdalam dengan jumlah dua puluh sembilan tempat suci, yang kedua memiliki empat puluh, ketiga delapan puluh dan keempat sembilan puluh.

Seluruh tempat suci tambahan, kecuali yang berada di baris ketiga, menghadap ke luar atau memiliki candi utama di atas latar belakangnya. Hanya tempat suci di baris ketiga menghadap candi utama. Sebagian besar tempat suci ini berada dalam kondisi rusak, hanya dengan tumpukan batu yang tersisa. Tentu dengan membaca artikel ini, Candi Sewu menjadi pilihan Rekreasi di Jogja bikin Hidup Bahagia Anda bukan?