Home > RENTAL MOBIL > Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja

Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja

Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja yang banyak dicari oleh para wisatawan. Mungkin itulah yang Anda butuhkan jika berkunjung ke kota ini? Candi Sambisari secara tidak sengaja ditemukan pada bulan Juli 1966 oleh seorang petani saat bekerja di sebuah lahan. Cangkulnya mengenai batu berukir yang merupakan bagian dari reruntuhan kuil yang terkubur. Berita tentang penemuan tersebut sampai ke kantor Arkeologi di Prambanan dan daerahnya diamankan. Pekerjaan penggalian dan rekonstruksi selesai pada bulan Maret 1987. Candi ini diduga telah dikubur oleh letusan abu vulkanik dari Gunung Merapi di dekatnya.

Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja
Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja

Dengan mengunjungi Candi Sambisari yang merupakan Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja mungkin bisa menjadi alternatif pilihan liburan Anda. Penemuan Candi Sambisari mungkin merupakan arkeologi paling menarik di Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga menimbulkan banyak spekulasi tentang apakah ada kuil kuno lainnya yang masih berada di bawah tanah di sekitarnya, terkubur di bawah abu vulkanik Gunung Merapi.

Apa yang harus dijelajahi di Candi Sambisari?

Kompleks candi Sambisari terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi penunjang. Bangunan candi utama itu unik karena tidak memiliki bangunan yang luas seperti candi lainnya di Jawa. Pada saat bersamaan, kaki candi berfungsi sebagai pondasi untuk menopang candi di tanah. Di arah barat, Anda akan bisa melihat tiga kuil pendukung (perwara) berdiri di arah yang berlawanan.

Bila Anda telah puas dengan menikmati keindahan Candi Sambisari, Anda bisa pergi ke ruang informasi. Beberapa foto yang memperlihatkan lahan sebelum penggalian dan kondisi awal candi pada awal penemuan. Ada juga foto proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berlangsung selama puluhan tahun. Termasuk foto-foto barang lainnya seperti patung perunggu yang ditemukan saat penggalian yang disimpan di Gedung Pelestarian Heritance Arkeologi.

Keindahan Candi Sambisari yang bisa Anda nikmati saat ini adalah hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Kuil yang awalnya tampak seperti teka-teki raksasa itu direkonstruksi secara bergantian untuk mendapatkan satu warisan lagi dari budaya besar di masa lalu.

Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping “puzzle” dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi.

Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah sebagai suaka purbakala. Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi.

Selang 21 tahun sesudahnya, keindahan candi akhirnya bisa dinikmati. Bangunan candi yang dinamai Sambisari itu berdiri megah di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Anda bisa menuju kesana dengan berkendara melewati lintas jalan Jogja-Solo hingga menemukan papan penunjuk menuju candi ini. Selanjutnya, Anda tinggal berbelok ke kiri mengikuti alur jalan.

Pemandu wisata sempat kaget ketika sampai di areal candi. Saat mengarahkan pandangan ke tengah areal candi, hanya tampak susunan batu atap yang seolah hanya berdiri beberapa meter di atas tanah. Wisatawan bertanya-tanya, apa benar Candi Sambisari hanya sekecil itu? Setelah mendekat, barulah kami mendapat jawabannya. Ternyata, Candi Sambisari berada 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekitarnya.

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 – 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.

Bangunan candi induk cukup unik dan oleh sebab itu tempat ini menjadi Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja. Kaki candi sekaligus berfungsi sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Bagian kaki candi dibiarkan polos, tanpa relief atau hiasan apapun. Beragam hiasan yang umumnya berupa corak batik didinding dijumpai pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar. Hiasan itu sekilas seperti motif-motif batik.

Menaiki tangga pintu masuk candi induk, anda bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu). Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.

Selasar selebar 1 meter akan dijumpai setelah melewati anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. Dengan mengelilingi Candi, anda akan menjumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat Arca Ganesha (anak Dewi Durga). Di sisi selatan, terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya.

Memasuki bilik utama candi induk, bisa dilihat lingga dan yoni yaitu batu berukuran cukup besar, kira-kira 1,5 meter. Keberadaannya menunjukkan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Lingga dan yoni di bilik candi induk ini juga dipakai untuk membuat air suci. Biasanya, air diguyurkan pada lingga dan dibiarkan mengalir melewati parit kecil pada yoni, kemudian ditampung dalam sebuah wadah.

Candi ini merupakan kekayaan budaya Indonesia yang ternyata sangat beragam dan sangat indah. Indonesia yang berdiri atas beragam suku bangsa dan memiliki banyak peninggalan bersejarah yang menjadi saksi bisu betapa megahnya bangsa kita dulunya.

Bagaimana dengan halaman luar Candi Sambisari yang merupakan Pilihan Terbaik Rekreasi di Jogja?

Keluar dari candi induk dan menuju ke barat, anda bisa melihat ketiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah berlawanan. Ada dugaan bahwa candi perwara ini sengaja dibangun tanpa atap sebab ketika penggalian tidak ditemukan pada batu-batu bagian atap. Bagian dalam candi perwara tengah memiliki lapik bujur sangkar yang berhias naga dan padmasana (bunga teratai) berbentuk bulat cembung di atasnya. Kemungkinan, padmasana dan lapik dipakai sebagai tempat arca atau sesajen.

Bila telah puas menikmati keindahan candi, anda bisa menuju ke ruang informasi. Beberapa foto yang menggambarkan lingkungan sawah sebelum digali dan kondisi awal candi ketika ditemukan bisa ditemui. Ada pula foto-foto tentang proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berjalan puluhan tahun, termasuk foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian, berupa arca dari perunggu yang kini disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Keindahan Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama bertahun – tahun lamanya. Puing – puing Candi yang awalnya tidak terbentuk, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan besar di masa silam. Dengan artikel ini mungkin pencarian tentang paket wisata Jogja akan Anda temukan.

Call Now